Translate

Friday, September 28, 2018

APA ITU DIET KETOGENIK

APA ITU DIET KETOGENIK


Diet ketogenik atau biasa disingkat diet keto belakangan menjadi tren baru dalam gaya hidup dan pola makan. Diet ini pada intinya adalah diet mengurangi asupan karbohidrat dan memperbanyak asupan lemak yang dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan namun tetap meningkatkan kesehatan, khususnya mengurangi risiko diabetes, kanker, epilepsi, hingga Alzheimer. Lho? Diet tapi kok justru makan lemak? Mungkin itu yang terlintas saat mendengar konsep ini. Tapi, daripada sibuk berandai-andai, simak dulu panduantentang hal-hal yang perlu kamu tahu soal diet keto ini sebelum mencobanya sendiri.  

Diet keto pada dasarnya mengurangi asupan karbohidrat dalam makanan dan menggantinya dengan lemak. Nama diet keto sendiri merujuk pada proses dalam tubuh kita di mana saat kita mengurangi asupan karbohidrat, tubuh kita akan memasuki kondisi metabolisme yang disebut ketosis. Ketika proses itu terjadi, tubuh kita akan jauh lebih efisien dalam membakar lemak dalam tubuh sebagai energi. Proses ini juga mengubah lemak menjadi asam bernama keton di dalam jantung yang bisa menyediakan energi pada otak. Selain membakar lemak, diet keto juga dapat mengurangi kadar gula darah dan tingkat insulin dalam tubuh. 

Beberapa jenis diet keto

Diet keto punya beberapa jenis, yaitu:

Standard Ketogenic Diet (SKD): Diet rendah karbo, cukup protein, dan kaya lemak yang porsi umumnya adalah 75% lemak, 20% protein, dan hanya 5% karbo.

Cyclical Ketogenic Diet (CKD): Diet ini gabungan siklus diet keto dan diet kaya karbo, contohnya adalah 5 hari menjalani diet keto lalu 2 hari melakukan konsumsi tinggi karbo.

Targeted Ketogenic Diet (TKD): Diet ini mengizinkan kamu menambahkan karbo saat olahraga.

High-protein Ketogenic Diet (HKD): Diet ini sebetulnya tak jauh beda dengan SKD namun dengan asupan protein yang lebih banyak. Porsi umumnya adalah 60% lemak, 35% protein, dan 5% karbohidrat. 

Meskipun demikian, bagi orang umum yang disarankan adalah SKD dan HKD karena CKD dan TKD adalah metode yang lebih rumit dan umumnya ditujukan bagi para atlet, khususnya binaragawan.

Diet keto bisa menurunkan berat badan?

Yes! Diet keto adalah cara efektif untuk menurunkan berat badan dan menurunkan risiko banyak penyakit. Beberapa riset mengungkap diet keto jauh lebih ampuh dibanding diet rendah lemak yang telah lebih umum sebelumnya. Untungnya lagi, diet ini tidak bikin kamu kelaparan karena kamu justru harus mengonsumsi makanan yang mengandung lemak. Sebuah riset menemukan orang yang menjalani diet keto turun berat badan 2,2 kali dibanding mereka yang diet rendah lemak. 

Manfaat kesehatan lain dari diet keto

Diet keto pada awalnya justru ditujukan untuk merawat penyakit saraf seperti epilepsi. Selain itu, diet keto dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membakar lemak yang sangat bermanfaat bagi mereka yang mengidap diabetes.

Beberapa manfaat kesehatan diet keto lainnya adalah mengurangi risiko:

- Sakit jantung: diet keto dapat mengurangi beberapa faktor penyebab sakit jantung seperti lemak tubuh, tingkat kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

- Kanker: Diet ini sering dipakai untuk pasien beberapa jenis kanker dan tumor.

- Alzheimer: Diet keto mampu menurunkan gejala penyakit Alzheimer dan memperlambat perkembangannya.

- Epilepsi: Riset menunjukkan diet keto mampu menurunkan frekuensi kejang pada anak-anak penderita epilepsi.

- Parkinson: Sebuah studi menyebutkan bahwa diet ini memperbaiki gejala-gejala penyakit Parkinson.

- Jerawat: Kadar insulin dan asupan gula yang rendah mampu mengurangi jerawat.

Makanan yang dianjurkan

Beberapa makanan yang dianjurkan dikonsumsi dalam diet keto:

- Daging: Daging ayam, sapi, kalkun, daging merah, dll.

- Ikan kaya lemak: Salmon, tuna, ikan kembung, dll.

- Telur: Terutama yang kaya omega-3.

- Keju, krim, mentega: Terutama yang diproses alami.

- Biji-bijian: Almond, walnut, flax seeds, biji labu, biji chia, dll.

- Minyak sehat: Minyak zaitun, minyak kelapa, minyak alpukat.

- Alpukat: Alpukat utuh maupun yang sudah dibuat sebagai guacamole.

- Sayuran rendah karbo: Sayur-sayuran hijau, tomat, bawang, paprika, dll.

- Bumbu pelengkap: Garam, lada, dan rempah-rempah lainnya.

Makanan yang harus dihindari

Semua makanan yang mengandung karbohidrat tinggi harus dikurangi atau dihilangkan dalam diet keto:

- Makanan manis: Soda, jus buah, smoothies, kue, es krim, permen, dll.

- Gandum dan beras: Produk berbahan gandum, nasi, pasta, sereal, dll.

- Buah: Semua buah, kecuali porsi kecil keluarga beri seperti stroberi.

- Kacang-kacangan:Kacang polong, kacang merah, kacang panjang, dll.

- Sayuran akar: Kentang, ubi, wortel, lobak, dll.

- Lemak jenuh: Minyak sayur olahan pabrik, mayones, saus, atau dressing yang mengandung gula.

- Alkohol: Singkirkan beberapa jenis minumal alkohol yang mengandung karbo.

Efek samping keto dan cara mengatasinya

Terbiasa mengonsumsi karbohidrat, bukan hal yang aneh bila tubuh kita harus beradaptasi dengan perubahan pola makan dan muncul beberapa efek samping saat mulai menjalani diet keto yang sering disebut sebagai flu keto. Gejalanya adalah tubuh merasa lemas, lapar, gangguan tidur, pusing, atau pencernaan kurang nyaman yang bisa berlangsung beberapa hari. Untuk meminimalkan gejala itu, kamu boleh mencoba diet rendah karbo yang lebih umum terlebih dahulu sebelum benar-benar mengurangi asupan karbo secara drastis. Diet keto juga dapat mengubah keseimbangan air dan mineral dalam tubuh, jadi kamu boleh menambahkan garam ekstra ke makanan atau meminum suplemen mineral, khususnya sodium, potassium, dan magnesium. 

Siapa saja yang disarankan mencoba diet keto?

Diet ketogenik akan sangat bermanfaat bagi mereka yang kelebihan berat badan, mengidap diabetes, atau sekadar ingin meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh. Diet ini kurang cocok bagi para atlet atau mereka yang ingin menambah massa otot dan berat badan. Wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui sebaiknya jangan melakukan diet keto untuk lebih amannya. 

0 comments:

Post a Comment