Translate

Sunday, April 1, 2018

MENJAGA KUALITAS HUBUNGAN IBU DAN ANAK

MENJAGA KUALITAS HUBUNGAN IBU DAN ANAK


Tidak cukup hanya dengan ucapan "Ibu sayang kamu Nak", tetapi nyatanya perilaku kita cuek saja terhadap anak ketika mereka membutuhkan kita, ketika mereka haus akan pelukan dan ciuman kita.

Siapa yang tidak ingin meluangkan begitu banyak waktu untuk si buah hati? Tapi apalah daya, jika waktu sebanyak itu terbuang percuma begitu saja. Sebabnya, kurang adanya komunikasi yang hangat dan mendalam antara ibu dan anak. Tidak cukup hanya dengan ucapan "Ibu sayang kamu Nak", tetapi nyatanya perilaku kita cuek saja terhadap anak ketika mereka membutuhkan kita, ketika mereka haus akan pelukan dan ciuman kita. Atau seringkali kita membiarkan anak hanya menonton televisi dan bermain gadget, tetapi tidak terjalin komunikasi dua arah. Apakah ini juga bukti perhatian kita pada mereka?

Bahkan ketika kita lelah bekerja seharian di kantor dan mengurus rumah sehingga yang kita butuhkan hanya ingin segera tidur. Tetapi di situ kita lupa, ada hak mereka anak-anak kita yang menunggu dengan antusias waktu kita untuk bermain dengan mereka.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas bersama-sama dengan mereka?

1. Jadwalkan waktu bermain bersama

Luangkan 1-2 jam dalam sehari untuk bermain bersama mereka. Bermain apapun, baik di dalam rumah ataupun di luar rumah. Ciptakan aktivitas yang memacu daya kreativitas mereka dan meningkatkan kemampuan mereka, baik itu fisik/motorik, bahasa, sosial, emosi dan kognitif. Walaupun hanya bermain kuda-kudaan, mencoret-coret buku gambar, membuat bola-bola dari kertas koran bekas. Semuanya bisa dilakukan, selama kita bisa melakukannya bersama-sama dengan mereka.

2. Kontrol diri kita sendiri

Selama bermain, jauhkan gadget yang kita miliki. Fokuslah mendampingi mereka di waktu yang sudah kita persiapkan. Jika memang ingin ada dokumentasi, setelah selesai mengambil maka jauhkan kembali gadget tersebut. Untuk hal yang satu ini, perlu adanya konsistensi dari dalam diri kita sendiri. No gadget untuk diri sendiri.

3. Bertanya "apa" dan "kenapa"

Ajak anak berpikir kritis dari setiap aktivitas yang dilakukan, misalnya dengan memulai pertanyaan kepada anak, dengan menggunakan kata tanya "Apa ini Nak?" atau "Kenapa ini bisa begini Kak?", sehingga anak akan menjawab dan memberikan respons dengan imajinasi yang dimilikinya. Meskipun mereka belum mampu berkomunikasi dengan baik, maka tugas kitalah sebagai ibu yang memberi pertanyaan, tetapi juga memberi jawaban. Jangan ragu dan merasa sia-sia. Ketika mereka mampu mendengar dengan baik, maka yakinlah mereka paham dengan apa yang kita sampaikan.

4. Bebaskan dan dampingi

Biarkan dia menciptakan sesuatu sesuai apa yang dia inginkan. Misalnya mewarnai sesuka hati, bermain pasir dengan kreasi dia sendiri, membentuk playdough dan mencampur semua warnanya. Yang penting tugas kita sebagai orangtua, memberikan semua fasilitas tersebut untuk merangsang kemampuan berpikir dan kreativitasnya.

5. Menjadi mama yang kreatif

Ciptakan permainan sendiri bersama anak-anak kita. Tidak perlu biaya mahal. Kita bisa memanfaatkan semua yang ada di sekitar kita. Baik itu flora, fauna, barang-barang bekas dan semua hal yang sudah diciptakan Allah di muka bumi ini. Semua mempunyai manfaat untuk pembelajaran. 

6. Pujian di waktu yang tepat

Berikan pujian di saat yang tepat, ini penting karena anak akan mengetahui kapan dia benar-benar berhasil melewati sebuah tantangan. Kapan pujian itu menjadi biasa saja diucapkan. Lihatlah situasi di mana anak memang membutuhkan pujian dari kita orangtuanya. Terlalu sering memberikan pujian, juga tidak baik untuk perkembangan emosi anak.

7. Cerewetlah menjadi seorang ibu

Anak yang berkembang dengan baik adalah anak yang seimbang perkembangan kognitif, bahasa, emosi, sosial, serta fisik dan motoriknya. Langkah pertama mereka dapat mengenal stimulus yang berfungsi untuk perkembangan-perkembangan mereka semua bermula dari kecerewetan kita sebagai ibunya. Semakin ibu cerewet bertanya, menjelaskan dan mengajak anak berbicara sejak anak masih di dalam kandungan, semakin baik untuk perkembangan otak anak.

0 comments:

Post a Comment