Translate

Monday, November 20, 2017

AMBISI YANG BERLEBIHAN

AMBISI YANG BERLEBIHAN


Jangan salah, Ambisius yang berlebihan bisa berakibat buruk! Memang betul, ambisi akan membuat seseorang bekerja dengan target dan bisa mendongkrak karir. Tapi, ternyata ambisius yang berlebihan bisa menyebabkan hal-hal buruk loh! Apa aja sih akibatnya?

1. Kamu hampir tidak pernah melakukan me time.

Banyaknya tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kamu melakukan banyak persiapan telah menyita waktumu bahkan hampir 24 jam. Lalu kapan kamu menikmati waktumu yang damai dan tentram bersama dirimu sendiri?

2. Kamu tidak lagi menjaga kesehatan karena hanya peduli tentang deadline.

Sebentar lagi rapat, sebentar lagi presentasi dengan atasan, sebentar lagi jumpa dengan client, daaaaan berbagai jenis tugas kejar tayang lainnya. Lalu kapan kamu tidur cukup dan makan empat sehat lima sempurna?

3. Kamu mengukur pencapaian dari “nilai”, bukan proses.

Kamu akan terbiasa mematok hasil yang dikatakan “bagus” hanya dari seberapa besar “nilai” yang kamu dapatkan tanpa menghargai proses yang dijalani. Misalnya, saat tidak berhasil melaksanakan proyek dan tidak jadi angkat jabatan, lantas kamu stress dan menganggap apa yang sudah kamu lakukan sia-sia. Ini gak baik lho!

4. Kamu tidak pernah bersyukur atas keberhasilanmu.

Karena definisi orang yang berambisius tinggi atas keberhasilan itu sempit, makanya cenderung untuk bersyukur dengan hasil yang saat ini dicapai. Akibatnya, kamu jadi lupa bersyukur kalau hidup itu sebenarnya bukan cuma tentang ambisi saja!

5. Kamu menganggap remeh usaha orang lain.

Ambisi akan membuatmu merasa kalau dirimu selalu melakukan yang paling baik. Hasilnya, ketika melihat usaha orang lain tidak sebesar yang kamu lakukan, kamu memandangnya remeh dan merendahkan. Misalnya, kamu baru saja naik jabatan dan terus ingin naik lagi. Nah ketika ada orang lain mencoba hal yang sama denganmu, kamu akan cenderung meremehkan dia yang tidak mungkin sehebat dirimu.

6. Kamu merasa tak perlu memberi sedekah kepada orang lain.

Sadar kalau semua usaha untuk memenuhi usahamu tidak mudah, kamu lantas benci memberi kepada orang yang juga membutuhkan.

7. Kamu sulit mengapresiasi tindakan jika tidak memberi keuntungan.

Semua hal tentang hitung untung-rugi. Kalau tidak bisa memenuhi ambisi, ya tidak usah dihiraukan. Untuk apa membantu kalau tidak bisa menghasilkan? Untuk apa memberi saran dan arahan kepada junior kalau tidak ada manfaatnya?

8. Kamu malas beribadah karena kerja keras adalah segalanya.

Tuhan gak turut Andil deh, wong kalau gak kerja makan mau dikasih siapa? Hayooo, jangan sombong jadi manusia. Kamu bahkan gak akan bisa bekerja kalau Tuhan gak ciptakan bumi ini. Betul, kalau kerja itu bentuk materi yang membuatmu bertahan hidup. Tapi ibadah itu bentuk immateril yang membuatmu benar-benar hidup. Untuk apa mengejar kepentingan materi kalau hati gak merasa tenang, damai, tentram dan bahagia?

9. Kamu tak mau memberi informasi karena bagimu semua hal tentang kompetisi.

Kamu tidak pernah mau berbagi pekerjaan apalagi membantu junior karena selalu merasa terancam. Bagimu, semua orang di dunia ini adalah musuh yang bisa menghambat perjalanan karirmu.

10. Kamu lupa mengurus keluarga karena terlalu sibuk di kantor.

Saking sibuknya, kantor terasa seperti rumahmu. Sebaliknya, rumah rasanya bukan lagi tempat untuk mengabdi. Karena tidak ada komunikasi, pasti jadi sering bertengkar dengan pasangan. Padahal, anak-anak selalu menantikan kasih sayang dan perhatian darimu.

Nah, apakah ambisius di dalam dirimu masih dalam batas normal atau sudah berlebihan? Sebaiknya kamu mulai hati-hati ya!

0 comments:

Post a Comment