Translate

Wednesday, October 25, 2017

USTADZPUN TETAP DIUJI

USTADZPUN TETAP DIUJI


Sobat, jangan dikira yang mendapat ujian hanya anda dan orang awam saja. Sahabat, ulama', ustadz,kiyai, tuan guru, santri dan semua orang juga diuji. Bahkan semakin tinggi ilmu dan iman seseorang makan ujiannya semakin tinggi.

Kalau anda merasa diuji dengan keberhasilan sehingga kadang merasa tergoda untuk membanggakan lalu membusungkan dada, sampai berkata: siapa dulu orangnya, saya, dan saya, bukan dia atau anda.

Bila orang awam diuji dengan hasad, ketika melihat orang lain berhasil, maka ulama' dan ustadzpun juga diuji dengan hal yang serupa.

Kalau sebagai orang yang kurang ilmu merasa diuji dengan godaan nafsu dan syahwat, maka jangan dikiri ulama' dan ustadz selamat dari godaan serupa, bahkan yang dialami oleh seorang ulama' bisa jadi lebih berat dibanding yang anda alami.

Jangan dikira kalau ustadz berhadapan dengan muridnya yang cantik rupawan dan dengan santunnya bertanya, dan dengan suaranya yang lembut nan merdu, hati sang ustadz tidak tergoda.

Bila sebagai orang yang minim ilmu anda merasa sering diuji dengan ucapan yang anda ucapkan sendiri, maka ustadz dan ulama'pun juga demikian.

Karena itu, orang yang hebat itu bukan orang yang hebat dalam berceramah, berbicara dan menyusun kata kata. Orang hebat adalah orang yang mampu istiqamah dalam segala keadaan, di saat merasa sebagai orang bodoh, istiqamah belajar, di saat merasa telah berilmu istiqamah mengajarkan dan mengamalkan ilmunya, di saat dalam kemiskinan, tabah menanggung kemiskinannya tanpa keluh kesah, demikian pula ketika telah menjadi orang kaya raya, tidak terlalaikan oleh kekayaannya dari mengabdi kepada Allah.

Di saat dalam kelapangan istiqamah dan di saat dalam kesusahan juga tiada bergeming tetap istiqamah di atas jalan Allah.

Adapun orang yang lantang suaranya di saat kaya, lapang, dan berhasil maka belum tentu ia tetap lantang ketika dalam kesusahan dan kegagalan.

Sebagaimana belum tentu orang yang hebat di saat dalam kesusahan dan kemiskinan akan tetap istiqamah di atas kebenaran di saat mendapat kelapangan dan kekayaan.

Betapa banyak orang yang ketika dalam kondisi lapang, dengan penuh percaya diri berkata, saya tidak butuh kepada kalian semua, tidak butuh kepada penguasa, pengacara dan tidak pula kepada pengusaha. Dengan penuh percaya diri ia berkata: Saya hanya butuh kepada karunia Allah Ta'ala semata.

Dan kadang kala sampai pada mencibirkan orang lain yang merintih karena menahan rasa pilu beratnya cobaan yang menimpanya.

Namun ketika taqdir Allah telah berputar, giliran dirinya ditimpa kesusahan atau kemiskinan seakan semuanya terlupakan, pintu pengusaha diketuk, para pengacara dibujuk, dan para pengusaha dipeluk.

Saudaraku, karena itu jangan pernah merasa sebagai orang hebat, dan sadarilah bahwa anda mampu melakukan atau mendapatkan segala ibadah yang anda jalani saat ini murni karena kuasa dan pertolongan Allah.

Sebagaimana sadari pula bahwa saudara anda yang sedang diuji juga bukan semata mata karena kegagalannya dalam beristiqamah, namun itulah kuasa ilahi, mengangkat sebagian orang dan menjatuhkan sebagian yang lain, menguji sebagian dengan kemudahan dan yang lain diuji dengan kesusahan.

Sadarilah bahwa sejatinya, segala daya dan upaya hanya kuasa dan karunia Allah semata, hapuskan kesombongan dan insipirasilah diri anda sendiri dengan memperbanyak ucapan :

لا حول ولا قوة إلا بالله

Tiada upaya dan kekuatan melainkan atas karunia Allah semata.

0 comments:

Post a Comment