Translate

Thursday, July 28, 2016

KREATIF DAN INOVATIF DALAM BISNIS

KREATIF DAN INOVATIF DALAM BISNIS


Kita harus berani melakukan hal-hal baru. Bukankah orang-orang kreatif adalah orang yang selalu belajar setiap hari? Maka budaya yang harus kita tegakkan adalah budaya zuhud. Kalau kita mempunyai uang, daripada disimpan lebih baik manfaatkan untuk menambah ilmu, menambah wawasan dan modal, karena di akhirat nanti kita harus mempertanggungjawabkan semuanya.

BISNIS ADALAH JIHAD

Kita berbisnis bukan semata ingin kaya tetapi bagi kita bisnis adalah jihad, membangun etos kerja, membangun ibadah, dan membangun dakwah. Oleh karena itu, kita tidak punya waktu untuk pesimis. Situasi sesulit apa pun, pilihan kita cuma satu, kita harus maju terus pantang mundur sampai ajal menjelang!

Segala sesuatu yang ada selalu berubah. Di dunia ini tak ada sesuatu pun yang tidak berubah. Satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas oleh perubahan tersebut. Ketahuilah, semakin hari urusan semakin bertambah. Begitupun aneka masalah, tanggung jawab, dan potensi konflik. Bagaimana mungkin semua yang berubah ini dapat disikapi oleh sesuatu yang statis (tetap)?

Maka, jelaslah yang dimaksudkan oleh sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi. Berarti dia tidak ada kemajuan dan tertinggal oleh perubahan. Orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena akan tertinggal jauh dan sulit mengejar.

Satu-satunya pilihan bagi orang yang ingin beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Artinya, harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat. Inilah sikap yang diharapkan dari seorang Muslim, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan sehingga tidak akan pernah tertinggal oleh perubahan. Akan jauh lebih kredibel andaikata program perubahan diri ini dirancang sangat kreatif, sehingga kemampuannya selalu berada di atas perubahan yang terjadi.

KREDIBILITAS DALAM KEPEMIMPINAN

Seorang ayah akan jatuh kredibilitasnya dalam pandangan anak apabila anak kian dewasa tetapi sang ayah kurang bersungguh-sungguh berubah menyesuaikan diri dengan perkembangan anak, baik dalam cara mendidik maupun mengurus rumahtangganya.

Seorang pemimpin ketika diangkat mungkin masih disegani, karena orang belum mengetahui kemampuan aslinya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, berkembangnya masalah, bila sang pemimpin tidak mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan, maka hampir dapat dipastikan dia akan jatuh kredibilitasnya.

Dari pemimpin jenis ini bisa terlihat bagaimana cara dia menyikapi suatu masalah. Biasanya dia lebih mengandalkan kedudukan, kekuasaan, bahkan kekuatannya, bukan dengan kearifan dan kedewasaan pribadinya. Akibatnya, kepemimpinan dia cenderung tidak memiliki wibawa.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN BERKAITAN
 DENGAN KREATIVITAS DAN INOVASI

BANYAK MEMBACA DAN MENULIS

Banyak membaca dan menulis. Milikilah perpustakaan pribadi. Sediakan anggaran bulanan untuk membeli bahan bacaan. Kalaupun itu belum memungkinkan, pastikan kita meluangkan waktu untuk pergi ke perpustakaan atau meminjam dari kawan. Pastikan tiada hari tanpa membaca dan anggaplah suatu kerugian bila ada hari tanpa membaca.

BANYAK BERDISKUSI DAN BERTANYA

Banyak berdiskusi dan bertanya. Cari dan miliki teman dari berbagai disiplin keilmuan dan biasakanlah untuk terus mendapatkan masukan, baik dengan bertanya atau mendengar. Usahakanlah untuk memiliki program silaturahmi secara berkala dan terpola sehingga perkembangan kemampuan kita akan semakin terukur.

BANYAK MENGADAKAN STUDI BANDING

Banyak mengadakan studi banding. Sering-seringlah berkeliling mengadakan kunjungan, baik resmi ataupun tidak, ke tempat yang bisa menambah wawasan, memancing inspirasi, atau membuka visi baru. Karena nuansa-nuansa baru akan sangat membantu membangkitkan potensi yang masih terpendam. Anggaran dana untuk bepergian mencari ilmu dan pengalaman. Karena dana uang kita keluarkan itu adalah investasi, bukan pemborosan.

BANYAK MERENUNG (TAFAKUR)

Banyak merenung (tafakur). Milikilah waktu luang yang disengaja untuk merenung tanpa gangguan kegiatan rutin, seperti telepon, tamu, atau bahkan anggota keluarga. Carilah tempat yang nyaman dan pilihlah waktu yang tepat untuk itu. Bagi umat Islam, Allah sudah menyediakan fasilitas ini dengan amalan yang disebut tahajud, yaitu shalat malam yang diutamakan dilakukan pada sepertiga malam terakhir. Saat berada di keheningan malam dengan tubuh yang berbasuh air wudhu, diawali dengan simpuh sujud, puja-puji, serta munajat kepada Yang Maha Mengetahui segala-galanya. Yakinlah, perenungan dengan penuh etika religius seperti ini akan sangat berdampak bagi kemampuan mengevaluasi ataupun mengatur langkah yang lebih tepat ke depan.

BANYAK BERBUAT DAN MENCOBA

Banyak berbuat dan mencoba. Jangan pernah takut untuk mencoba, karena pengalaman adalah guru yang sarat dengan ilmu. Jangan pernah menunggu segalanya menjadi sempurna karena justru dengan berani memulai dan mencoba berbuat, maka jalan untuk menyempurnakan amal akan semakin terbuka lebar. Tentu saja bukan berarti kita harus serba tergesa-gesa dan ceroboh. Percayalah, keberanian kita untuk mencoba berbuat sesuatu yang positif, dampak psikologisnya sangat besar. Apalagi kalau berhasil, rasa percaya diri kita akan semakin tinggi dan ini akan membangkitkan potensi kita yang selama ini terpendam.

BANYAK BERIBADAH DAN BERDOA

Banyak beribadah dan berdoa. Kita harus sepenuhnya sadar bahwa penguasa segala kejadian adalah Allah semata. Walaupun bergabung seluruh jin dan manusia menginginkan sesuatu, tidak akan pernah terjadi tanpa izin-Nya. Begitupun sebaliknya, walau seluruh jin dan manusia berusaha menolak, tidak akan pernah tertolak apa pun yang dikehendaki-Nya. Maka, kekuatan ibadah, termasuk doa didalamnya, adalah kunci yang dapat mengubah segalanya menjadi lebih baik. Ketahuilah, sesungguhnya Allah-lah yang menguasai diri kita dengan sempurna dan amat mudah bagi Dia untuk mengubah apa pun yang ada dalam genggaman-Nya. Allah sangat tahu persis apa pun yang akan menimpa kita, baik nikmat maupun musibah, dan Allah Maha tahu apa pun yang terbaik dan terburuk bagi kita. Jadi sungguh berat andaikata kita mengarungi hidup ini tanpa tuntunan dan pertolongan-Nya. Mudah-mudahan kegigihan kita menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, jujur dan terpercaya, kita lakukan dengan tulus karena Allah semata. Imbasnya, mudah-mudahan semua itu dapat semakin meningkatkan kemampuan profesional kita dalam bekerja. Bahkan, dapat melakukan yang terbaik dan memberikan kemanfaatan serta kepuasan optimal bagi sebanyak mungkin pihak yang memerlukan kita.

Ini harus disertai kegigihan untuk terus menerus dengan kreatif memperbaiki diri serta meningkatkan kemampuan berinovasi sehingga kita selalu antisipatif terhadap perubahan apa pun yang terjadi. Semoga episode hidup yang sekali-kalinya dan hanya sebentar di dunia ini dapat kita lalui dengan cemerlan dan gemilang sebagai makhluk bermartabat yang penuh manfaat sehingga kapan pun kita mati, kematian kita adalah akhir hidup yang memuaskan dan penuh kehormatan. Dan warisan kita adalah kemuliaan akhlak.

dikutip dari: Buku ETIKA BISNIS MQ, oleh Abdullah Gymnastiar.

0 comments:

Post a Comment