Translate

Friday, July 22, 2016

HUBUNGAN WHEATGRASS DAN KEHAMILAN

HUBUNGAN WHEATGRASS DAN KEHAMILAN


Wheatgrass pada umumnya dianggap sebagai tambahan asupan bergizi untuk jenis diet apapun. Telah digunakan untuk berbagai kepentingan seperti detoksifikasi, mengobati kondisi kulit seperti eksim, dan pemurnian darah. Berbagai pro dan kontra terkait dengan menggunakan wheatgrass selama masa kehamilan juga sudah sangat banyak dibahas. Wheatgrass tersedia di sebagian besar toko makanan kesehatan dan cafe-cafe hingga bar.

FAKTA NYATA MENGENAI WHEATGRASS

Wheatgrass adalah bagian dari keluarga Poaceae. Suku rumput-rumputan atau Poaceae merupakan salah satu suku tumbuhan berbunga, baik dari segi botani maupun pertanian. Kebudayaan manusia sangat tergantung pada ketersediaan sejumlah bahan pangan yang dihasilkan sejumlah tumbuhan anggota suku ini, seperti padi, gandum, dan jagung. Sedangkan wheatgrass sendiri merupakan rumput muda hijau tanaman gandum yang masih muda.

Wheatgrass umumnya tumbuh di dalam ruangan dan di luar rumah di wilayah Eropa, Australia dan Amerika Serikat, Sebuah pabrik tunggal wheatgrass dapat menghasilkan rumput sampai tiga tahun. Ini tersedia dalam bentuk bubuk dan tablet, tapi dalam bentuk jus dianggap bentuk terbaik. Mengkonsumsi 1 sampai 4 oz. Wheatgrass setiap hari sangat dianjurkan untuk pemeliharaan kesehatan tubuh Anda. Lebih dari itu dapat menyebabkan mual. Studi lebih perlu dilakukan untuk membuktikan kemanjurannya. Selalu berkonsultasi dengan dokter ketika menerapkan suplemen baru seperti wheatgrass ke dalam program diet harian  Anda, terutama jika Anda sedang hamil atau menyusui. [baca juga : DIET BERSAMA WHEATGRASS]

PEMAKAIAN WHEATGRASS BAGI TUBUH MANUSIA

Wheatgrass kaya akan kandungan klorofil, komponen utama yang membuat tanaman ini tampak berwarna hijau. Menurut American Cancer Society, beberapa orang membandingkan klorofil dengan hemoglobin manusia, yang membawa oksigen melalui darah, sehingga secara teoritis, mengkonsumsi klorofil meningkatkan kadar oksigen darah pada tubuh manusia. 

Mengonsumsi wheatgrass juga telah digunakan sebagai salah satu metode detoksifikasi untuk membersihkan tubuh dari kelebihan bakteri dan racun. Dalam penelitian yang dilakukan di Scandinavian Journal of Gastroenterology pada bulan April 2002, para ilmuwan menjelaskan bahwa wheatgrass mungkin memiliki efek anti-inflamasi, dan dapat mengurangi gejala kolitis ulserativa. Studi lebih perlu dilakukan untuk lebih mendukung atau menyangkal klaim.

Anti inflamasi adalah obat yang dapat menghilangkan radang yang disebabkan bukan karena mikroorganisme (non infeksi). Gejala inflamasi dapat disertai dengan gejala panas, kemerahan, bengkak, nyeri atau sakit, fungsinya terganggu. Proses inflamasi meliputi kerusakan mikrovaskuler, meningkatnya permeabilitas vaskuler dan migrasi leukosit ke jaringan radang, dengan gejala panas, kemerahan, bengkak, nyeri atau sakit, fungsinya terganggu. Mediator yang dilepaskan antara lain histamin, bradikinin, leukotrin, Prostaglandin dan PAF.

Sedangkan kolitis ulseratif adalah inflamasi yang terjadi pada usus besar atau kolon dan rektum. Ini merupakan penyakit kronis yang akan memicu munculnya tukak-tukak pada dinding usus besar sehingga menyebabkan keluarnya tinja yang disertai darah.

PANDANGAN KONTRA MENGONSUMSI WHEATGRASS 

PADA MASA KEHAMILAN

The American Cancer Society memperingatkan penggunaan wheatgrass saat hamil karena tanah yang digunakan sangat lembab dalam proses penanaman wheatgrass, sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri, yang dapat merusak janin. Beberapa kasus reaksi alergi, termasuk gatal-gatal, tenggorokan bengkak, mual dan muntah, terjadi dalam beberapa menit setelah mengkonsumsi wheatgrass. Steve Meyerowitz, penulis "Wheatgrass: Natures Finest Medicine," menyatakan bahwa dalam dosis tinggi, wheatgrass dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi penting dalam kehamilan.

PANDANGAN PRO MENGONSUMSI WHEATGRASS

PADA MASA KEHAMILAN

Dr Chris Reynolds, seorang dokter umum di Australia, menyatakan bahwa wheatgrass tumbuh di lingkungan yang tepat, wheatgrass dapat menyebabkan respon imun yang menguntungkan di antara kedua belah pihak ibu dan anak. Hal ini juga membantu dalam proses pencernaan. Klorofil mungkin membantu dalam mencegah kerusakan gigi, menjaga kesehatan rambut, mengurangi tingkat tekanan darah, menghilangkan racun dari tubuh dan menjaga kadar gula darah. 

Kesimpulan yang dapat ditarik untuk penggunaan wheatgrass pada masa kehamilan boleh saja tidak mengapa, karena wheatgrass sendiri merupakan rumput muda hijau tanaman gandum, yang terpenting tidak mengonsumsi dengan jumlah yang berlebihan, karena bagaimanapun juga sebaik apapun isi kandungan wheatgrass jika kita mengonsumsi berlebihan tentulah tidak baik, ibarat pepatah terlalu berlebihan juga tidak baik, secukupnya saja. Selamat mencoba.



0 comments:

Post a Comment