Translate

Tuesday, June 7, 2016

LANGKAH DALAM MERINTIS WIRAUSAHA

LANGKAH DALAM MERINTIS WIRAUSAHA


Bisnis itu seperti seni. Memerlukan ilmu, pengalaman, dan naluri. Mendirikan usaha bisnis mudah, tetapi membangun sukses bisnis tidak mudah. Bisnis butuh ketekunan, komitmen moral, dan mental berjuang. Banyak orang ingin sukses bisnis dengan cara yang mudah, ringan dan sepele. Misalnya dengan memanfaatkan orang lain, nebeng ketenaran, tidak jujur dalam masalah hak dan kewajiban, serakah atau melakukan manipulasi.

Jika kita tidak ingin tertimpa kegelapan hidup yang menyengsarakan, maka semua perilaku tersebut harus dijauhi. Mungkin perhiasan dunia kelihatan indah dan nyaman, tetapi perhitungan di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala sangat berat. Kita harus bisnis, tetapi juga perlu mengkaji akhlak saat berbisnis.

Oleh karena itu, sebelum melakukan aktivitas bisnis atau usaha, marilah kita coba menggali beberapa langkah penting dalam merintis usaha.

NIAT

HARUS LURUS DAN BENAR

Bisnis akan sangat menguras waktu, tenaga, dan pikiran, sehingga jika tidak dilandasi oleh niat yang benar tentu akan sia-sia dan akan mudah rontok di tengah jalan. Akan tetapi jika niatnya benar, di samping akan bernilai ibadah, bisnis yang kita lakukan juga Insya Allah menjadi bagian dari jihad kita di jalan Allah azza wa Jalla.


TAQARUB KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

Ingatlah, pedagang yang jujur akan masuk surga tanpa hisab. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. bersabda, "Sebelum zaman ini, ada orang yang didatangi malaikat untuk dicabut nyawanya. Kepadanya ditanyakan apakah ia sudah melakukan suatu yang baik. Ia menjawab bahwa ia tidak tahu, maka ia pun disuruhnya mengingat-ingat. Kemudian ia berkata,' satu-satunya yang kuketahui adalah aku pernah melakukan transaksi perdagangan dan menuntut haknya dari mereka, dengan memberikan waktu bagi yang mampu membayar dan membebaskan beban tersebut bagi orang miskin.' Maka Allah Subhanahu wa ta'ala. pun memasukkannya ke surga" (HR Bukhari dan Muslim).


MENGIKUTI SUNNAH PARA NABI DAN RASUL

Tentang keutamaan wirausaha ini disebutkan dalah sebuah hadits, "Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukkan ke dalam golongan para Nabi, orang-orang jujur, dan para syuhada" (HR. Tirmidzi).

JIHAD FISABILILLAH

Niat jihad fii sabilillah mengandung makna bahwa dalam menjalankan aktivitas bisnis kita harus berusaha menjadi khalifah yang dapat mensejahterakan diri maupun umat, lahir maupun batinnya, juga sebagai sarana dakwah yang membuat orang mengenal keagungan dan keindahan Islam, mengangkat derajat umat dari kehinaan, kefakiran, serta memperkokoh benteng ketahanan umat dengan perekonomian yang tangguh. Kita maklumi kekuatan yang paling menentukan di masa modern ini adalah kekuatan ekonomi dan informasi.

dikutip dari: Buku ETIKA BISNIS MQ, oleh Abdullah Gymnastiar.

0 comments:

Post a Comment