Translate

Monday, May 2, 2016

HOTEL INDONESIA: HOTEL BERBINTANG PERTAMA DI JAKARTA

HOTEL INDONESIA: HOTEL BERBINTANG PERTAMA DI JAKARTA


Menjadi ibu kota sebuah negara lantas menjadikan kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Seluruh aktivitas berpusat di ibukota termasuk kegiatan pariwisata. Hal ini lantas membuat Daerah Khusus Ibukota Jakarta membutuhkan adanya hotel-hotel atau tempat penginapan untuk mengakomodasi wisatawan atau tamu-tamu kenegaraan yang hadir ke ibukota.
Berbagai hotel telah didirikan di ibu kota ini dengan berbagai pilihan fasilitas. Namun ada satu hotel di Jakarta yang memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi Indonesia, yaitu Hotel Indonesia. Hotel yang terletak di pusat kota Jakarta ini merupakan hotel berbintang yang dibangun pertama kalinya di Indonesia dan resmi dibuka pada tahun 1962 untuk menyambut Asian Games ke-IV yang diadakan di Indonesia pada saat itu.

Hotel Indonesia dibangun di atas tanah seluas 25.082 meter persegi. Arsitektur hotel dirancang pasangan arsitek asal Amerika Serikat, Abel Sorensel dan Wendy. Untuk meningkatkan nilai jual, setelah hotel ini resmi dibuka, hotel ini diberi slogan “A Dramatic Symbol of Free Nations Working Together”. Hotel ini kemudian menjadi salah satu cagar budaya yang diresmikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena banyak menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia, dan juga desain hotel yang memiliki banyak unsur kebudayaan.

Nilai sejarah pada hotel ini terlihat di setiap sudut ruangan. Misalnya di bagian luar hotel terdapat relief yang bernuansa kuno yang diberi judul “Gadis-Gadis Bhinneka Tunggal Ika”. Selain itu terdapat pula ruangan yang dulunya sering digunakan Presiden Sukarno untuk mengadakan acara-acara kenegaraan, yang diberi nama “Bali Room”.

Selain nilai sejarah, unsur seni juga memperkaya nuansa Hotel Indonesia. Unsur seni tampak pada patung “Gadis Kerikan” yang berada di dekat kolam hotel. Unsur seni dan unsur budaya yang terdapat di Hotel Indonesia, menjadikan hotel tersebut layak disebut sebagai hotel bersejarah di Jakarta karena panorama yang dapat dilihat di hotel tersebut benar-benar menggambarkan ciri khas budaya dan sejarah bangsa Indonesia.

Saat ini usia hotel sudah hampir mencapai setengah abad dan mengalami beberapa kali renovasi, namun tetap mempertahankan unsur sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Hotel ini juga sudah berganti pengelola, yang awalnya adalah PT Natour, kemudian diambil alih oleh Kempinski Group. Sehingga, nama hotel ini disesuaikan dengan pengelolanya, yaitu menjadi Hotel Indonesia Kempinski.

dikutip dari sumber : PEMPROV DKI JAKARTA

0 comments:

Post a Comment