Translate

Monday, May 2, 2016

GELORA BUNG KARNO, RUMAHNYA OLAHRAGA INDONESIA

GELORA BUNG KARNO, RUMAHNYA OLAHRAGA INDONESIA


Sejarah berdirinya Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno (GBK) bermula dari Asian Games III tahun 1958 di Tokyo, Indonesia ditunjuk untuk menjadi penyelenggara Asian Games ke IV tahun 1962. Presiden RI saat itu, Ir. Sukarno menyetujuinya dan langsung menentukan lokasi yang tepat untuk kesuksesan acara tersebut dengan membangun Sarana dan Prasarana Olahraga.

Dengan melihat letak geografis kota Jakarta, dibangunlah Sarana dan Prasarana Olahraga di daerah Senayan pada tahun 1960 sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian Games 1962 dan diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1962. Pembangunan selama kurang lebih dua tahun itu menghasilkan stadion bertaraf internasional yang luas dan mampu menampung hingga 100.000 penonton. 

Dikutip dari pusakaindonesia.org. Upacara pembukaan Asian Games ke IV tahun 1962 dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pada pidatonya, Sukarno mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan tonggak sejarah bagi bangsa indonesia khususnya dibidang olahraga yang merupakan bagian dari Nation and Character Building, maupun dalam rangka pergaulan dengan bangsa- bangsa lain di dunia.

Setahun kemudian dilaksanakan GANEFO (Games of the New Emergencing Forces) ke 1 tahun 1963. Dengan selesainya pembangunan Gelanggang Olahraga Bung Karno pada saat itu membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu melaksanakan pembangunan sebuah komplek olahraga bertaraf international yang pada masa itu belum banyak dimiliki oleh negara maju sekalipun. 

Sebuah ciri khas stadion GBK adalah atap yang disebut oleh Bung Karno sebagai "Temu Gelang", yaitu sebuah atap konstruksi baja besar yang membentuk cincin raksasa dan melindungi para penonton dari panas dan hujan. Diberi nama Gelora Bung Karno pun untuk menghormati Sukarno, Presiden pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh pencetus  gagasan pembangunan sarana dan prasarana olahraga ini.

Stadion GBK sempat diubah namanya menjadi Stadion Utama Senayan pada masa Orde baru, namun setelah berguling nya masa Orde baru 1998 tepat pada tahun 2001, Surat keputusan Presiden no. 7/2001 memerintahkan untuk merubah kembali menjadi Stadion Gelora Bung Karno.

Selain itu, awal tujuan dibangun GBK bukan hanya sebagai kompleks olahraga untuk Asian Games IV 1962 tetapi juga sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka tempat warga berkumpul. Oleh karena itu, GBK banyak dipakai untuk berbagai macam acara selain olahraga, seperti acara keagamaan, acara peringatan hari besar, kampanye partai politik, ujian masuk untuk CPNS secara serempak, maupun konser musik.

dikutip dari sumber : PEMPROV DKI JAKARTA

0 comments:

Post a Comment