Translate

Tuesday, April 5, 2016

BAHAYA DEHIDRASI SELAMA KEHAMILAN

BAHAYA DEHIDRASI SELAMA KEHAMILAN


Morning sickness atau mual dan muntah selama kehamilan, wajar dialami oleh beberapa wanita ketika hamil muda. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi yang terkait dengan beberapa gangguan selama kehamilan.

Berikut adalah tiga risiko kesehatan yang terkait dengan dehidrasi berat selama kehamilan, seperti dilansir Foxnews, antara lain:

1. Kelahiran prematur
 
Sebuah studi yang dilakukan terhadap lebih dari 81.000 wanita menemukan bahwa mual dan muntah yang parah selama kehamilan akan menyebabkan dehidrasi berat. Hal ini dapat mengganggu kehamilan dan 23 persen lebih mungkin mengalami kelahiran prematur kurang dari 34 minggu masa kehamilan.

Alasan yang terkait dengan risiko kelahiran prematur adalah dehidrasi merupakan salah satu faktor gizi buruk yang menyebabkan terlalu rendahnya kenaikan berat badan selama kehamilan. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society for Maternal-Fetal Medicine's di Dallas.

2. Risiko gangguan psikologis pada anak
 
Sebuah studi yang diterbitkan tahun 2011 lalu menyatakan bahwa anak yang lahir dari ibu yang mengalami dehidrasi berat selama kehamilan 3,5 kali lebih mungkin mengembangkan masalah perilaku atau emosional, seperti kecemasan, depresi atau gangguan bipolar ketika dewasa, dibandingkan dengan anak dari ibu yang menjaga diri agar tetap terhidrasi.

3. Gangguan otak
 
Seorang wanita hamil di India yang berusia 25 tahun mengembangkan gangguan otak yang dikenal Wernicke's encephalopathy setelah tiga bulan terus-menerus muntah, yang mengakibatkan dehidrasi berat dan penurunan berat badan.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of the Association of Physicians of India, wanita tersebut mengalami gangguan penglihatan dan bermasalah dengan keseimbangannya ketika berjalan. Setelah menjalani tes scan, dokter menemukan perubahan pada otak secara konsisten yang dikenal sebagai gangguan Wernicke's encephalopathy.

Wernicke's encephalopathy disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 (tiamin) dimana pasien dapat mengalami kebingungan, masalah dengan koordinasi otot dan perubahan visi. Hal ini paling sering terjadi pada pecandu alkohol, tetapi dapat berkembang juga pada orang yang memiliki masalah dalam menyerap makanan, seperti pasien operasi lambung.

Untuk mencegah masalah kesehatan tersebut, wanita hamil perlu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jika normalnya seseorang membutuhkan 8-9 gelas air per hari, wanita hamil perlu minum 2,4 liter atau 10 gelas air, sedangkan bila menyusui disarankan untuk minum 3 liter air atau 12,5 gelas air setiap harinya.

0 comments:

Post a Comment