Translate

Thursday, March 24, 2016

REPRESENTASI BUDAYA ARAB DI INDONESIA

REPRESENTASI BUDAYA ARAB DI INDONESIA


Katakanlah betul ada beberapa representasi budaya Arab pada sekelompok masyarakat Indonesia. Terus masalahnya apa? Sampai-sampai ada kampanye perlawanan terhadap unsur-unsur budaya Arab? Melanggar undang-undang? Melanggar norma-budaya Indonesia?

Sebagian masyarakat Indonesia pun mepraktikkan unsur-unsur budaya Amerika, Inggris, India, Cina, kenapa tidak ada masalah? Kenapa tidak perlawanan terhadapnya?

Baik. Jilbab itu budaya Arab (Satu sisinya). Lawan. Tapi rok mini kan jugabukan budaya Nusantara atau Indonesia. Kenapa tidak dilawan?

Kearab-araban itu terbelakang. Keamrik-amrikan itu maju. Agar tau saja, suku-suku pedalaman di Kalimantan dan Papua sekarang sudah keamrik-amrikan, karena sering didatangi LSM asing. Jadi keamrik-amrikan sudah jadi pertanda suku terasing.

Terus kalau mau mempertahankan budaya Indonesia. Kenapa kebaya cuma dipake pada upacara resmi? Kenapa sanggul ditinggalkan? Kenapa tak dijadikan budaya nyata Indonesia hari ini?

Kenapa menentang poligami? Itu budaya Nusantara. Sejak zaman kerajaan sampai Soekarno. Dan Raden Ajeng Kartini adalah istri keempat Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Ayo teladani dia bukan hanya kebayanya setahun sekali.

Poligami ditentang, perkawinan sesama jenis diperjuangkan.

Kalau mau konskuen dengan sikap negatif terhadap budaya Arab, lawan dan basmi sampai tuntas. Termasuk dalam berbahasa. 70persen kosa-kata bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Saran saya jangan. Nanti anda susah ngomong dan terpaksa pake Indonenglish yang maha lucu itu.

Why on earth you hate me? Wait, 'earth' itu dari kata Arab 'ardh', yang artinya bumi.

Jadi kalo anda memilih berbahasa Inggris untuk menghindari Arab, anda akan berjumpa dengan kata Arab juga. Sugar itu dari kata Sukkarun. Camera itu dari Arab 'Kamara', yang artinya kamar gelap untuk memproses film foto (Penemu kamera adalah ilmuwan Islam klasik Ibnu al-Haitham).

Tapi jangan sampai anda jadi anti kamera. Jadi repot nanti.

You like alcoholic drink? Alcohol itu dari kata Arab alkuhuul. You like coffee? Bukan hanya katanya, tapi barangnya juga dari Arab. Dulu orang Eropa tak mengenal kopi, yang arabnya Qahwah. Orang Islamlah yang memperkenalkan dan membawakan kopi ke Eropa. Cotton, dari kata Arab Qutun. Dan banyak lagi. Capek lah.


Jadi jangan menentang unsur-unsur budaya yang tidak bermasalah dan malah memperkaya budaya kita. Katanya mau gaul. Mau mengglobal. Sejak awal Indonesia adalah adonan budaya India, Cina, Portugis, Arab, Inggris, Belanda. Jadi Indonesia tempo dulu lebih gaul dari orang Indonesia sekarang. Lebih terbuka.

Persoalannya bukan budaya arab, amrik, cina atau pribumi. Tapi baik atau buruk. Kalau buruk, meski pribumi, tinggalkan saja.

Kafil Yamin

0 comments:

Post a Comment