Translate

Tuesday, March 29, 2016

INTROVERT ITU APA SEBENARNYA?

INTROVERT ITU APA SEBENARNYA?


Teman Anda seorang introvert? Atau jangan-jangan, Anda sendiri termasuk orang yang introvert? Jika begitu, 5 hal soal introvert ini wajib diketahui.

Penulis Sophia Dembling dalam bukunya The Introvert's Way: Living a Quiet Life in a Noisy World menyebut orang-orang introvert paling sering disalahpahami. Entah bagaimana mulanya, introvert dipandang sebagai sifat negatif dan rintangan yang harus dilalui.

"Seorang introvert pasti paham, mereka selalu mendapat kritikan karena tak pernah berbicara di sekolah atau ajakan untuk 'keluar dari cangkang' oleh teman. Padahal kami, orang introvert, tidak masalah dengan hal tersebut," tutur Dembling, dikutip dari Huffington Post.

Untuk memahami lebih lanjut soal introvert, berikut 5 hal yang wajib Anda ketahui:


1. Introvert bukan berarti pemalu


Salah kaprah antara introvert dan pemalu masih sering terjadi. Padahal Dembling menegaskan bahwa introvert dan pemalu adalah dua hal yang berbeda.

Dembling menjelaskan bahwa pemalu adalah orang-orang yang merasa gelisah dan tidak nayaman ketika melakukan interaksi sosial dengan orang banyak. Sementara introvert adalah orang yang membutuhkan lebih banyak waktu sendiri di tempat tenang.

"Jadi seorang introvert tak harus menjadi pemalu. Begitupun sebaliknya," tutur Dembling.


2. Introvert menikmati keramaian


Seorang yang introvert bukan berarti tidak menyukai keramaian atau kegiatan berkelompok. Dembling mengatakan introvert juga bisa menikmati keramaian, namun dengan cara yang berbeda.

Misalnya dalam suatu pesta, introvert lebih senang duduk di bagian pinggir dan menikmati makanan atau minuman yang tersaji. Berbeda dengan ekstrovert yang cenderung berada di tengah-tengah titik keramaian dengan berdansa.

"Hal ini membuat introvert sering dicap tak bisa menikmati keadaan. Padahal mereka menikmati keadaan tersebut, hanya caranya saja yang berbeda," tutur Dembling.


3. Introvert tetap bisa jadi pemimpin


Karena cenderung pendiam, banyak orang yang mengatakan introvert tak bisa menjadi pemimpin yang baik. Padahal menurut Dembling, hal tersebut tidak benar.

Beberapa tokoh seperti Bill Gates, Abraham Lincoln hingga Mahatma Gandhi merupakan orang introvert. Namun mereka juga dikenal sebagai orang-orang sukses yang mampu memimpin perusahaan, negara, hingga pergerakan revolusi.


"Introvert bisa menjadi pemimpin yang baik karena mereka lebih detil dan lebih banyak berpikir sebelum bertindak," tandas Dembling lagi.


4. Introvert bukan kepribadian negatif


Label kepribadian negatif yang melekat pada orang-orang introvert merupakan kesalahpahaman. Hal ini terjadi akibat perbedaan kesenangan dan perasaan antara introvert dengan ekstrovert.

Dembling mengatakan ketika orang ekstrovert duduk diam tanpa melakukan apapun di kesendirian, mereka cenderung mengalami perasaan negatif seperti sedih dan galau. Karena itulah, sebagian orang ekstrovert menganggap orang introvert sedang dalam kesedihan ketika sendirian.

"Padahal tidak seperti itu. Orang-orang introvert menyendiri karena mereka membutuhkannya untuk kembali lagi ke lingkaran sosial. Orang ekstrovert mendapat energi ketika mereka seru-seruan bersama orang banyak, sementara introvert mendapat energi dengan menyendiri di tempat tenang," paparnya lagi.


5. Introvert bukan antisosial


Antisosial, atau ketidaksukaan terhadap interaksi antar manusia, tidak bisa disamakan dengan introvert. Dengan tegas, Dembling mengatakan introvert tetap bisa melakukan interaksi sosial dengan baik.

Masalahnya, mereka membutuhkan lebih banyak waktu menyendiri dibandingkan orang-orang ekstrovert. Sehingga orang introvert terkesan menjauhi orang lain dan malas terlibat dalam interaksi sosial.

"Antisosial tidak menyenangi interaksi antar manusia dan selalu berusaha menghindarinya. Sementara introvert tetap bisa datang ke pesta, namun mereka lebih senang ketika membaca buku di tempat sepi," urai Dembling.


0 comments:

Post a Comment