Translate

Monday, August 24, 2015

PARA PEROKOK LEBIH MUDAH CEMAS

PARA PEROKOK LEBIH MUDAH CEMAS


Banyak perokok yang mengaku mereka bisa merasa lebih tenang dengan mengisap rokok. Namun penelitian justru mengungkap sebaliknya. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa perokok justru berisiko mengalami kecemasan dan depresi hingga 70 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Hasil penelitian yang dilakukan pada 6.500 orang berusia di atas 40 tahun ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dan depresi lebih tinggi pada perokok jangka panjang. Peneliti menemukan bahwa 16,3 persen perokok mengalami depresi, dibandingkan dengan non perokok yang hanya 10 persen.

Meski begitu, peneliti juga menemukan bahwa perokok yang sudah berhenti bisa mengalami penurunan risiko depresi dan kecemasan. Pada mantan perokok, tingkat depresi dan kecemasan hanya sekitar 11,3 persen. Lebih tinggi sedikit dari non-perokok namun masih lebih rendah dibandingkan dengan perokok, seperti dilansir oleh Daily Mail.

Penelitian ini diketahui sebagai penelitian pertama yang membandingkan tingkat kecemasan dan depresi dari perokok, non perokok, dan mantan perokok yang sudah berhenti lebih dari setahun. Penelitian dilakukan oleh British Heart Foundation dan peneliti dari UCL (University College London).

"Penelitian kami menemukan bahwa mantan perokok memiliki persamaan tingkat kecemasan dan depresi dengan orang yang tak merokok. Berhenti merokok bisa jadi salah satu cara untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mental yang bermasalah akibat rokok," ungkap Robert West, ketua peneliti.

Dr Mike Knapton juga mengungkap terdapat kepercayaan bagi banyak perokok bahwa merokok bisa menurunkan kecemasan dan stres. Ini membuat banyak perokok ragu berhenti merokok. Padahal alih-alih membantu meredakan stres, merokok justru meningkatkan rasa cemas dan ketegangan.

"Ketika merokok, rasa tenang dan stres yang menurun hanya efek sementara saja. Ini nantinya akan digantikan dengan rasa kecanduan dan meningkatnya stres di kemudian hari," ungkap Knapton.

Selain itu, penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa berhenti merokok bisa efektif untuk mencegah depresi dan kecemasan dibandingkan mengonsumsi obat antidepresan. Jadi, para perokok memiliki satu alasan lagi untuk segera berhenti merokok secepatnya.

Memang pada dasarnya untuk menghilangkan rasa kecanduan terhadap rokok itu sangat susah dan perlu waktu, disini saya menyarankan agar Anda segera berhenti merokok, lebih baik kelebihan energi dan waktu yang Anda miliki digunakan untuk hal-hal produktif yang lebih banyak manfaatnya dari pada mudharatnya.

dikutip dari berbagai sumber

0 comments:

Post a Comment